Headlines News :
Latest Post

Selasa, 09 Juni 2015

Haflatul Imtihan Ke-1 Ponpes Darur Rahman Sumenep

Untuk pertama kalinya Pondok Pesantren Darur Rahman Sumenep menyelenggarakan acara Haflatul Imtihan sejak pesantren ini berdiri pada tahun 2011 lalu. Haflatul Imtihan yang berlangsung pada Sabtu, 6 Juni 2015 itu berlangsung cukup meriah meski hanya dihadiri oleh keluarga besar Ponpes Darur Rahman saja. Panitia sengaja tidak menyebar undangan untuk khalayak ramai mengingat keterbatasan tempat dan juga waktu persiapan yang sangat singkat.

Dalam sambutannya ketua panitia yang diwakili oleh Ustad Moh. Said menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut berpartisipasi untuk kelancaran acara. Sementara dalam sambutannya Keluarga Besar Pondok Pesantren Darur Rahman yang disampaikan oleh KH. Ahmad Fadlan Masykuri mengingatkan para santri agar tidak cepat puas dengan apa yang telah dicapai selama ini. Beliau juga menyampaikan beberapa kalam dari guru beliau Abuya As Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki  diantaranya”Barangsiapa yang menyangka dirinya sudah sampai, maka sesungguhnya dia belum sampai.” Dan juga kalam Abuya ,” Percuma orang pintar jika tidak disertai dengan akhlaq dan adab”. Oleh karenanya KH. Ahmad Fadlan Masykuri mengingatkan para santri agar senantiasa menjalin hubungan dengan Pondok Pesantren dan tetap memberikan kontribusi positif untuk kemajuan pesantren meski telah lulus dan kembali ke desanya masing-masing.

“Salah satu kalam Abuya yang harus kalian ingat adalah bahwa kalian selamanya adalah Santri, jadi tidak cukup hanya di pesantren saja, dimanapun kalian berada harus tetap mencari ilmu.” Ungkap KH. Ahmad Fadlan Masykuri sebelum mengakhiri sambutannya.

Dalam acara tersebut juga ditampilkan beberapa kreatifitas santri dalam bentuk pementasan Puisi dan Drama. Acara diakhiri dengan do’a yang dipimpin oleh Habib Husein Hamid Al-Khered. Rencananya acara Haflatul Imtihan berikutnya akan melibatkan wali santri dan juga berbagai pihak terkait. (AJ)

Jumat, 13 Maret 2015

Memahami Arti TAQWA


Oleh : KH. Ahmad Fadlan Masykuri
Kata "TAQWA" sudah tidak asing lagi di telinga kita, hampir setiap saat setiap waktu kita mendengarnya. Terlebih lagi di saat Khotbah Jum'at Sang Khotib berulang kali mengucapkan dan mengajak jamaah sholat jum'at. Dan di dalam Islam sendiri mengajak dengan berulang-ulang merupakan salah satu metode untuk mendidik umat. Karena dengan diulang-ulang diharapkan akan selalu diingat dan menjadi kebiasaan.
Suatu contoh anak yang sedari kecil dibiasakan dan diajak sholat akan membuat si anak terbiasa dengan ibadah dan merasakan itu bukan sebuah beban melainkan adalah kebiasaan yang wajib dilakukan. Sebab manakala ada anak yang hingga dewasa melalaikan kewajiban sholat maka otomatis orang tuapun akan ikut menanggung dosanya. Itulah sebabnya agama memerintahkan untuk memukul anak yang berusia 10 tahun jika tidak menjalankan kewajiban sholat.
TAQWA dalam arti sederhana adalah melakukan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. TAQWA tidak bisa dilihat dari  penampilan, taqwa itu ada di dalam dada dan di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Di masyarakat Madura baju putih sering disebut sebagai "baju taqwa", sebab ketika seseorang memakai baju putih lengkap dengan kopyah maka dia merasa malu untuk berbuat dosa. Remaja sekarang misalnya ketika disuruh untuk memilih baju putih atau baju muslim dan baju kemeja ketika keluar rumah sehari-hari pasti akan memilih kemeja. Mereka menyadari bahwa ketika baju putih (taqwa) dipakai mereka tidak leluasa untuk berbuat semaunya. Ini berarti baju itu sendiri bisa menjaga kelakuannya.
Agama memerintahkan kita untuk melaksanakan sebenar-benarnya TAQWA . Dan dalam hal ini para sahabat saja merasa tidak mampu menjalankannya. Maka turunlah ayat yang berisi perintah untuk bertaqwa sesuai kemampuan manusia itu sendiri.
Dibalik perintah TAQWA, Allah menjanjikan kebaikan, salah satunya adalah ketenangan dalam kehidupan kita di dunia dan solusi dari setiap kesulitan. Sementara untuk akhirat itu sudah pasti yaitu surganya Allah. Allah "tidak butuh" ketaqwaan manusia, Allah memerintahkan itu tak lain hanya untuk kebaikan manusia sendiri. Rasulullah SAW memerintahkan kita agar takut kepada Allah dimanapun kita berada karena Allah itu Maha Melihat dan Mendengar. Apabila kita berbuat kesalahan maka hendaknya kita imbangi dengan berbuat kebaikan dan menyesalinya dan tentu tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Suatu ketika ada sahabat Rasul yang datang dan memintah untuk dihukum karena ia telah berbuat dosa.
"Ya Rasulullah,, berikan saya hukuman karena telah berbuat dosa,". Rasulullah SAW Diam. Sahabat inipun terus memohon agar dia dihukum. Saat tiba waktu sholat Rasulullah dan para sahabat sholat berjamaah termasuk sahabat yang berbuat dosa tadi. Usai sholat sahabat tadi tetap mendekati Rasulullah dan minta dihukum.
Rasulullah bertanya,"Apakah tadi kamu ikut sholat berjamaah,". sahabat inipun menjawab, "Benar Ya Rasulullah,". Rasulullah kemudian bersabda, "Dosa-dosa kecilmu telah dihapus oleh Allah karena kamu telah melalukan kebaikan."
Semoga kita termasuk orang-orang "MUTTAQIN". Aamiin..

Senin, 05 Januari 2015

Dzikro Maulidir Rosul



Setelah berhasil menyatukan wali santri dalam sebuah wadah “Pengajian Jum’at Manis” bulan januari ini Pondok Pesantren Darur Rahman  menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara ini berlangsung pada hari Jum’at, 2 Januari 2015. Dzikro Maulidir Rosul ke-1 ini mengambil Tema “Menjadikan Rasulullah SAW panutan Utama”.
Acara yang dihadiri oleh keluarga besar Pondok Pesantren dan wali santri ini berlangsung khusuk meski dikemas secara sederhana. Setelah pembukaan dan Pembacaan Ayat suci Al-Qur’an serta pembacaan sholawat Nabi disampaikan sambutan pihak pondok pesantren sekaligus hikmah maulid. Ada  juga sesi sambutan dari wali santri. Diakhir acara ditampilkan pembacaan Puisi oleh salah seorang santri Darur Rahman.
Seluruh pihak yang hadir dalam Dzikro Maulidir Rosul ini berharap acara serupa akan terus digelar setiap tahun. Selain memperingati kelahiran baginda Rasul SAW acara seperti ini juga menjadi moment untuk Silaturrahim antara Pihak Pondok Pesantren, Santri dan wali santri.

Sabtu, 27 September 2014

Pengajian Rutin “Jum’at Manis”




Untuk mempererat ikatan Silaturrahmi antar Wali Santri terhitung sejak tanggal 15 Agustus 2014 Ponpes Darur Rahman Sumenep membentuk kegiatan yang berupa Pengajian rutin di tiap Jum’at Manis. Hal ini dimaksudkan untuk menjalin silaturrahmi dan sebagai forum komunikasi antara Pihak Ponpes dengan wali Santri.
Sementara koordinator Wali Santri Ust. Masuwi pada pertemuan pertama bulan Agustus lalu mengharap agar kegiatan ini dijadikan sarana untuk meningkatkan wawasan keagamaan bagi wali santri. Selain menitipkan anak di Ponpes wali santripun juga turut serta mengaji, meskipun hanya sebulan sekali.

Senin, 05 Mei 2014

Minggu, 13 April 2014

Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Darurrahman


Berawal dari keinginan tulus untuk terus menegakkan agama Allah di pulau Madura khususnya Sumenep dan berbekal ilmu yang didapat  oleh putra  pengasuh dari beberapa pesantren di pulau Jawa dan juga di Lembaga Abuya Assayyid Muhammad Bin Alawi Almaliki Mekkah Almukarromah, maka dirintislah Pesantren yang kemudian bernama Pondok Pesantren Darurrahman.  Nama Darurrahman sendiri diambil dari bahasa Arab “Daar” yang artinya Rumah, dan “Arrahman” Artinya” Dzat yang maha pengasih, jadi Darurrahman Artinya Rumah atau lembaga pondok pesantren yang insyaAllah dirahmati Allah SWT dzat yang maha Pengasih. Dan Pesantren ini resmi berdiri pada Hari Jum'at 23 september 2011 / 25 Syawal 1432 H. Selaku Pengasuh Ponpes Darurrahman KH.Abdurrahman Abdullah tidak berjalan sendiri, beliau dibantu oleh putra-putrinya.
Dalam hal pendidikan pondok pesantren ini mengkombinasikan antara ilmu umum dan ilmu agama. Di bidang  ilmu agama khususnya pengkajian kitab, pesantren ini sebagian besar  ditangani  langsung oleh  Putra pertama Pengasuh yaitu KH. Ahmad Fadlan Abdurrahman yang merupakan santri dari Abuya Assayid Muhammad Bin Alawi Almaliki dan Abuya Sayyid Ahmad.
Mengingat zaman sekarang tantangan umat Islam semakin besar, maka pondok pesantren Darurrahman berusaha untuk mencetak generasi Islami yang bukan hanya faham ilmu agama tetapi mampu menghadapi persaingan global. Tidak heran selain menerapkan ilmu agama pesantren ini juga berusaha memberikan pembekalan kepada para santri berupa pelatihan-pelatihan keterampilan semisal pelatihan komputer, percetakan dan lain-lain. Sehingga diharapkan ketika para santri ini terjun ke tengah masyarakat mereka bisa berperan aktif dan bisa beradabtasi dengan masyarakat khususnya di bidang iptek.



ARTI LAMBANG PONDOK PESANTREN


Ka'bah dan Qubbatul Khodro' :

            Mengisyaratkan tempat sumbernya ilmu dari dua tanah Haram, dengan mengharapkan supaya santri santri bisa mendapatkan keberkahan ilmu langsung dari sumbernya, melalui para Masyayikh.


Rehal :
           Mengisyaratkan Al-Qur'an dan Kitab Hadits sebagai sumber utama dari Hukum-hukum Syari'at Islam yang harus dipelajari dan diamalkan oleh Santri-santri secara sungguh-sungguh.


Tag Line : 

         Kami berusaha mengintegrasikan antara metode lama yang baik dan metode terbaru yang lebih baik didalam pembelajaran.

KEGIATAN SANTRI

Total Tayangan Halaman

Pembangunan

Fiqih

biografi

Liputan

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. PANGARANGAN - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template